Calon Wakil Bupati Purwakarta Nomor Urut 4, H. Sona Maulida, Adakan Gubyag Balong di Desa Ciwareng
Purwakarta 23 November 2024– Dalam rangka melestarikan budaya Sunda, tradisi Gubyag Balong kembali digelar oleh Calon Wakil Bupati Purwakarta nomor urut 4, H. Sona Maulida. Acara yang berlangsung di Pemancingan Balong Hejo Abah, Jalan Plamboyan, Desa Ciwareng, Kecamatan Purwakarta, pada Sabtu 23 November 2024, mengusung tema “Melestarikan Budaya Sunda melalui Tradisi Gubyag Balong.”

Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat sekitar yang turut hadir untuk mengikuti tradisi menangkap ikan bersama di balong (kolam ikan). Acara ini tak hanya menjadi sarana pelestarian budaya lokal, tetapi juga mempererat silaturahmi antarwarga.
Dalam kesempatan tersebut, tampak hadir Alaikassalam atau yang akrab disapa Alex, anggota DPRD Kabupaten Purwakarta dari Fraksi PKB, yang memberikan dukungannya terhadap upaya pelestarian budaya ini.
H. Sona Maulida menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari visinya untuk menjadikan budaya lokal sebagai salah satu pilar utama pembangunan Purwakarta.
“Kami ingin tradisi seperti Gubyag Balong ini terus terjaga dan dikenal generasi muda. Ini bukan hanya soal budaya, tetapi juga tentang kebersamaan dan identitas kita sebagai masyarakat Sunda,” ujar Sona dalam sambutannya.
Selain itu, dalam kesempatan yang sama, H. Sona Maulida juga mengajak masyarakat Purwakarta untuk menjadi pemilih yang cerdas dan bijak dalam menentukan pemimpin pada Pilkada 2024 mendatang. Ia berharap masyarakat dapat memilih calon pemimpin yang benar-benar peduli terhadap kebutuhan rakyat dan mampu membawa perubahan positif.
“Warga Purwakarta harus pintar dan cerdas dalam memilih pemimpin terbaik untuk lima tahun mendatang. Kami, Zainal – Sona (Zason) nomor urut 4, hadir dengan visi dan komitmen yang jelas untuk membangun Purwakarta menjadi lebih baik di periode 2024–2029,” tegasnya.
Alex juga memberikan apresiasi kepada H. Sona Maulida atas inisiatifnya. Menurutnya, kegiatan seperti ini sejalan dengan upaya menjaga kearifan lokal di tengah modernisasi.
“Budaya adalah jati diri kita. Melalui acara seperti ini, kita tak hanya melestarikan tradisi tetapi juga memperkuat rasa cinta masyarakat terhadap akar budayanya,” ujarnya.
Masyarakat berharap kegiatan serupa dapat terus diadakan di masa mendatang untuk memperkuat nilai budaya sekaligus sebagai ajang hiburan rakyat.
Yadi kusumayadi

