Lainnya

DPRD Bekasi Soroti Penanganan Sampah Bantargebang Usai Insiden

REDAKSI31.COM – BEKASI . Perkembangan Kota Bekasi dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan yang cukup pesat.

Sebagai salah satu penyangga utama ibu kota di wilayah Provinsi Jawa Barat, Bekasi terus mengalami peningkatan di berbagai sektor, mulai dari pembangunan kawasan permukiman, pusat bisnis, hingga infrastruktur transportasi.

Pertumbuhan tersebut sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk serta aktivitas ekonomi masyarakat.

Namun di balik perkembangan tersebut, masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu menjadi perhatian bersama, salah satunya terkait penanganan sampah.

Masalah pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang hingga kini masih menjadi salah satu fokus perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi.

Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi, menyoroti pentingnya penanganan persoalan sampah di kawasan TPST Bantargebang secara lebih serius dan komprehensif.

Hal tersebut disampaikannya dalam pidato pada sidang Paripurna peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Kota Bekasi yang digelar di Gedung DPRD Kota Bekasi.

“DPRD memandang persoalan Bantargebang harus menjadi perhatian yang jauh lebih serius dari Pemerintah Kota Bekasi,” ujar Sardi Effendi dalam pidatonya.

DPRD Dorong Transformasi Sistem Pengolahan Sampah

Sorotan terhadap pengelolaan sampah di Bantargebang muncul setelah terjadinya insiden longsor gunungan sampah di Zona IV TPST Bantargebang yang mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia beberapa hari lalu.

Menurut Sardi, kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa pengelolaan sampah di kawasan tersebut tidak dapat lagi ditangani dengan pendekatan konvensional.

Ia menilai perlu adanya transformasi teknologi serta sistem pengolahan sampah yang lebih modern, aman, dan berkelanjutan guna meminimalkan risiko serupa di masa mendatang.

“Bekasi telah lama menanggung beban lingkungan yang sangat besar. Sehingga keselamatan warga, perlindungan lingkungan, serta kepastian penanganan risiko harus menjadi prioritas utama,” kata Sardi.

Ia juga berharap momentum peringatan hari jadi Kota Bekasi dapat dijadikan sebagai titik balik bagi pemerintah daerah untuk menghadirkan langkah konkret dalam menyelesaikan persoalan sampah di Bantargebang.

“Momentum hari jadi Kota Bekasi harus menjadi titik balik keseriusan dalam menangani persoalan Bantargebang demi keselamatan warga,” lanjutnya.

Sardi menegaskan bahwa berbagai solusi dan langkah nyata perlu segera dirumuskan agar pengelolaan sampah di kawasan Bantargebang dapat berjalan lebih baik. Dengan demikian, peristiwa serupa yang membahayakan keselamatan masyarakat diharapkan tidak kembali terulang di masa mendatang. 

(Adv)