Bekasi

DPRD Kota Bekasi Desak Pemkot Percepat Cek Kesehatan bagi Penderita Stunting

BEKASI – Masalah stunting masih menjadi tantangan serius di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Kota Bekasi. Wakil Ketua II DPRD Kota Bekasi, Faisal, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi agar segera melakukan langkah konkret, salah satunya dengan melakukan pemeriksaan kesehatan bagi anak-anak penderita stunting.

Faisal menilai, upaya penanggulangan stunting tidak akan maksimal jika tidak diawali dengan mengetahui kondisi kesehatan dasar anak. Ia menekankan pentingnya deteksi penyakit bawaan seperti anemia atau gangguan paru-paru yang dapat menghambat pemulihan gizi anak.

“Kita minta seluruh penderita stunting dicek kesehatannya. Yang punya penyakit bawaan seperti anemia atau paru-paru, harus segera diobati. Percuma diberikan tambahan gizi kalau ternyata mereka masih sakit,” ujar Faisal, Rabu (30/4/2025).

Menurutnya, Pemkot Bekasi perlu mengalokasikan anggaran khusus untuk pengobatan penderita stunting, sebagai bagian dari upaya penanganan yang komprehensif.

“Kalau memang ingin mereka sembuh, maka ini harus jadi perhatian serius. Jangan hanya fokus pada pemberian makanan tambahan, tapi abaikan kondisi kesehatannya,” tegas politisi Fraksi Golkar Solidaritas tersebut.

Faisal, yang berasal dari daerah pemilihan Pondok Gede dan Bekasi Barat, mengaku prihatin dengan masih tingginya angka stunting di Kota Bekasi. Ia mendesak agar Pemkot Bekasi segera mengambil tindakan nyata.

“Tidak ada alasan untuk tidak bertindak. Data sudah ada, tinggal kemauan untuk menanganinya secara serius,” tambahnya.

Ia juga menyebutkan bahwa jumlah penderita stunting di setiap kelurahan bervariasi, mulai dari 10 hingga 50 anak.

“Jumlah pastinya saya tidak hafal, tapi per kelurahan itu antara 10 sampai 50 anak penderita stunting,” tutupnya.ADV