Krisis Guru di Kota Bekasi, DPRD dan Pemkot Cari Solusi Bersama
KOTA BEKASI – Kota Bekasi menghadapi krisis kekurangan tenaga pengajar yang mendesak. Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Adelia, menilai solusi jangka panjang perlu segera diterapkan, termasuk melibatkan sekolah swasta untuk membantu memenuhi kebutuhan guru.
“Masalah ini bukan baru setahun dua tahun, tapi sudah menahun,” ujar Adelia, Rabu (7/5/2025). Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta untuk mengatasi kekurangan ini.
Sejalan dengan itu, Pemkot Bekasi melalui Dinas Pendidikan (Disdik) telah bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi, termasuk Universitas Negeri Jakarta (UNJ), untuk mengisi kekosongan tenaga pengajar. Kerja sama ini mencakup program magang mahasiswa untuk jenjang TK hingga SMP, dengan durasi satu hingga dua semester.
“Program ini akan memberikan sertifikat kepada mahasiswa yang terlibat, meski untuk tahun 2025 belum ada anggaran yang disediakan,” kata Plt Kepala Disdik Kota Bekasi, Ahmad Yani, Minggu (20/4/2025).
Ahmad menambahkan, pihaknya juga menjajaki kerja sama dengan perguruan tinggi lain, seperti Universitas Bhayangkara, UNISMA Bekasi, dan UIN Jakarta, untuk memperluas cakupan program ini.
“Kami akan segera melayangkan surat permohonan kerja sama untuk memastikan kebutuhan guru di Kota Bekasi terpenuhi,” pungkasnya.
Langkah ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Kota Bekasi.ADV

