Penguatan Data dan Penurunan Unmet Need Jadi Fokus Utama Program KB Kota Bekasi
Kota Bekasi – Dalam upaya mewujudkan pelayanan KB yang lebih maksimal, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bekasi menegaskan pentingnya pencatatan data yang akurat melalui aplikasi Sistem Informasi Keluarga (SIGA) dari BKKBN. Kepala DPPKB Kota Bekasi, Ika Indah Yarti, menyampaikan apresiasi kepada tenaga kesehatan yang aktif mencatat dan memperbarui data KB pada aplikasi tersebut, yang sangat diperlukan untuk memantau efektivitas program.
Unmet need KB, atau persentase penduduk usia subur yang ingin ber-KB tetapi belum mendapat akses, telah menunjukkan penurunan yang signifikan di Kota Bekasi. Hal ini menunjukkan kemajuan program KB, yang diharapkan terus berlanjut melalui validasi data serta kemudahan akses layanan bagi masyarakat. “Capaian program KB di Kota Bekasi telah memenuhi target, dan kami sangat menghargai kerja keras tenaga kesehatan yang menjaga pencatatan pada aplikasi SIGA agar lebih akurat. Data yang valid ini membantu kami mengukur tingkat keberhasilan program dan terus menurunkan unmet need KB,” tutur Ika.
Kepala Bidang KB pada DPPKB Kota Bekasi, Dezi Syukrawati, menambahkan bahwa layanan KB pasca persalinan diberikan dengan tujuan mengatur jarak kelahiran dan menghindari kehamilan yang tidak diinginkan. Dengan adanya layanan ini, masyarakat dapat lebih mudah merencanakan kehamilan yang sehat. “Layanan KB ini bukan sekadar mengatur kelahiran, tapi juga upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga secara holistik. Harapannya, selain menurunkan AKI dan AKB, program ini juga mendukung target penurunan angka stunting di Kota Bekasi,” ungkapnya.
Pemkot Bekasi berharap melalui penguatan data dan pelayanan yang optimal, kesehatan keluarga di Kota Bekasi akan semakin terjaga, menjadikan KB sebagai langkah strategis menuju generasi yang sehat dan berkualitas.

