Antusiasme Warga Bekasi terhadap World ID Masih Tinggi Meski Sistem Diblokir
KOTA BEKASI – Meskipun sistem digital World ID atau World Coin telah diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), antusiasme warga Kota Bekasi untuk mendaftar layanan ini masih tinggi. Beberapa warga tetap mendatangi kantor-kantor operasional World ID meskipun dalam kondisi tutup.
Wahyudi (36), warga Bekasi Timur, mengaku tetap mendatangi lokasi kantor World ID di Jalan Juanda pada Senin (5/5/2025) meskipun operasionalnya sudah diberhentikan.
“Saya kebetulan dapat uang Rp 330 ribu dari aplikasi itu. Nanti setiap bulan dapat lagi katanya selama sembilan bulan. Makanya saya masih berharap bisa dapat uang lagi,” katanya.
Sementara itu, Merry (53), warga Rawalumbu, mengungkapkan kekhawatirannya atas potensi penyalahgunaan data setelah mendaftar aplikasi ini.
“Suami saya belum dapat uangnya, jadi datang lagi ke sini. Tapi sekarang tutup, dan saya jadi khawatir kalau data kami disalahgunakan,” tuturnya.
Prosedur pendaftaran World ID diketahui cukup sederhana namun berisiko. Calon pendaftar harus mengunduh aplikasi, mendaftarkan email dan nomor telepon, lalu melakukan verifikasi retina mata. Setelah itu, poin yang diperoleh bisa dikonversi menjadi uang tunai dalam waktu 24 jam, dengan nominal bervariasi antara Rp 200 ribu hingga Rp 350 ribu per bulan selama sembilan bulan.
Namun, banyak pihak khawatir bahwa data biometrik ini berpotensi disalahgunakan jika tidak dikelola dengan baik. Pemerintah Kota Bekasi bersama Komdigi berkomitmen untuk terus memantau situasi ini guna melindungi privasi warganya.ADV

