Tri Adhianto Dukung Gagasan CFD di Setiap Kecamatan, DPRD Nilai Bisa Dongkrak UMKM Lokal
REDAKSI31.COM – KOTA BEKASI . Pemerintah Kota Bekasi membuka peluang untuk memperluas pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) ke seluruh kecamatan. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menilai gagasan tersebut layak dipertimbangkan sebagai bagian dari upaya menghadirkan lebih banyak ruang publik bagi masyarakat.
Menurut Tri, penyelenggaraan CFD di tingkat kecamatan sangat memungkinkan dilakukan selama didukung sarana dan prasarana yang memadai. Pemerintah Kota Bekasi saat ini juga tengah berfokus pada pembangunan serta penataan taman dan ruang terbuka di berbagai wilayah sebagai sarana interaksi warga.
“Segala sesuatunya sangat memungkinkan. Tinggal melihat kesiapan sarana dan prasarananya,” ujar Tri saat ditemui di Gedung DPRD Kota Bekasi, Senin (15/6/2026).
Ia menjelaskan, keberadaan CFD di setiap kecamatan dapat menjadi ruang aktivitas baru bagi masyarakat. Selain menjadi sarana olahraga dan rekreasi, kegiatan tersebut juga dapat memperkuat interaksi sosial antarwarga, terutama bagi keluarga dan anak-anak yang membutuhkan ruang publik yang nyaman dan aman.
Tri menilai penyebaran lokasi CFD akan membuat manfaat ruang terbuka lebih merata dirasakan warga di seluruh wilayah Kota Bekasi. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu selalu menuju pusat kota untuk menikmati kegiatan akhir pekan yang sehat dan produktif.
Meski membuka peluang pengembangan CFD di tingkat kecamatan, Tri memastikan rencana penyelenggaraan CFD di kawasan Alun-alun M Hasibuan, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, tidak akan direalisasikan. Menurutnya, kawasan tersebut dinilai kurang memungkinkan untuk dijadikan lokasi kegiatan bebas kendaraan.
Ia menjelaskan bahwa usulan penggunaan kawasan alun-alun sebagai lokasi CFD sebelumnya muncul dari Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Junaedi. Namun hingga kini belum pernah dilakukan kajian maupun evaluasi menyeluruh terkait kemungkinan pelaksanaannya.
“Belum pernah ada evaluasi terkait CFD di alun-alun,” kata Tri.
Sementara itu, gagasan perluasan CFD ke seluruh kecamatan sebelumnya juga mendapat dukungan dari Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary. Menurutnya, pelaksanaan CFD yang selama ini terpusat di kawasan Jalan Ahmad Yani perlu diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.
Latu menilai setiap kecamatan memiliki potensi lokasi yang dapat dimanfaatkan sebagai titik penyelenggaraan CFD, seperti lapangan kecamatan atau ruang publik lainnya yang mudah diakses warga tanpa mengganggu lalu lintas utama maupun objek vital.
Selain memberikan ruang aktivitas bagi masyarakat, penyebaran CFD juga diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Kehadiran kegiatan tersebut berpotensi membuka peluang usaha bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di masing-masing wilayah.
“Dengan CFD di setiap kecamatan, UMKM lokal juga bisa ikut berkembang karena masyarakat akan berkumpul dan beraktivitas di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.
Rencana ini pun dinilai sejalan dengan visi Pemerintah Kota Bekasi dalam memperluas ruang publik yang sehat, ramah keluarga, sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat lingkungan. Jika terealisasi, CFD di setiap kecamatan diharapkan mampu menjadi pusat aktivitas warga yang lebih dekat, merata, dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat Kota Bekasi.
(ADV)
