Dari Pagar Tertutup ke Tekanan Terbuka: Telkomsel Padang Dituding Lari dari Tanggung Jawab
Redaksi31.com – Padang, (24/4) – Pemandangan di depan Grapari Padang, Jum’at sore, memperlihatkan satu hal yang sulit dibantah. Akses ditutup. Manajemen tidak muncul. Dan publik dibiarkan berdiri di luar tanpa kepastian.
Aliansi Pemuda Minangkabau datang membawa tuntutan konkret. Namun yang mereka temui justru pengakuan bahwa tidak ada satu pun pihak berwenang di lokasi. Yayan, yang berada di tempat, menyebut dirinya hanya pengelola gedung. Ia juga menyampaikan bahwa penutupan pagar merupakan instruksi langsung dari manajemen.
Menurut Baskara (Koordinator aksi): “Bagi kami, ini bukan prosedur. Ini penghindaran!” Nama Telkomsel pun menjadi sorotan. Di tengah keluhan soal jaringan dan keamanan data, absennya manajemen justru memperkuat kecurigaan publik bahwa ada yang sedang ditutup-tutupi.
APM menilai, ketidakhadiran ini mencerminkan ketidakberanian untuk memberikan klarifikasi terbuka. Janji akan kembali ke Padang tanpa tanggal pasti hanya menambah ketidakpercayaan. Koordinator aksi menegaskan, tekanan tidak akan berhenti di sini. Jika pintu tetap ditutup, maka tekanan akan dipindahkan ke ruang yang lebih luas dan lebih keras.

