DaerahSumatera Barat

PC Pemuda Muslimin Indonesia Sijunjung Gelar Diskusi Isu Tambang Bersama Polres Sijunjung

Redaksi31.com – Sijunjung – Pimpinan Cabang (PC) Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Sijunjung menggelar diskusi bersama Polres Sijunjung terkait persoalan pertambangan yang saat ini menjadi isu sentral, baik di tingkat nasional, Sumatera Barat, maupun di Kabupaten Sijunjung. Kegiatan ini berlangsung di polres Sijunjung pada Kamis, 22 Januari 2026 .

Diskusi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum PC Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Sijunjung, Aris Supratman, S.Pd.I, yang juga merupakan Pengurus Pimpinan Besar Pemuda Muslimin Indonesia periode 2025–2030.

Dalam pertemuan tersebut, Aris menyampaikan bahwa kedatangan pihaknya bersama jajaran pengurus bertujuan untuk bersilaturahmi sekaligus menjalin koordinasi dengan Kapolres Sijunjung terkait persoalan pertambangan, khususnya di wilayah Kabupaten Sijunjung.

“Kedatangan kami ke sini adalah untuk bersilaturahmi dengan Bapak Kapolres sekaligus membahas persoalan pertambangan. Kita melihat di media sosial saat ini maraknya penindakan terhadap aktivitas tambang ilegal. Kami, PC Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Sijunjung, mendukung langkah kepolisian dalam melakukan penertiban,” ujar Aris.

Namun demikian, Aris juga berharap agar dalam setiap penindakan terhadap masyarakat yang terlibat dalam tambang ilegal dapat dilakukan secara humanis, mengingat aktivitas pertambangan saat ini menjadi salah satu sumber penghidupan bagi sebagian masyarakat.

“Harapan kami, jika ada penindakan atau penangkapan, mohon dilakukan secara humanis. Kita tahu, bagi sebagian masyarakat, tambang adalah sumber ekonomi. Kami juga akan mendorong agar ke depan tambang ilegal ini bisa menjadi legal. Kalau sudah legal, semua akan aman—masyarakat aman, pengusaha aman, dan ada regulasi yang mengatur. Dengan begitu akan tercipta pertambangan yang berkeadilan,” tambahnya.

Sementara itu, pihak Polres Sijunjung yang diwakili oleh Kasatreskrim menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan masukan dari Pemuda Muslimin Indonesia. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian berkomitmen menjalankan tugas secara profesional dan humanis.

“Kami dari pihak kepolisian, insya Allah, selalu melaksanakan tugas dengan mengedepankan pendekatan kemanusiaan. Mereka yang kita hadapi adalah masyarakat kita sendiri. Harapan kami ke depan, kita bisa terus berkolaborasi dan berdiskusi dengan berbagai elemen masyarakat untuk menciptakan situasi yang kondusif, aman, dan damai,” ujarnya.

Lebih lanjut, Aris juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapolres Sijunjung yang telah membuka ruang diskusi terkait persoalan tambang ini. Ia mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat, PC Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Sijunjung akan melanjutkan langkah advokasi dengan menggelar audiensi bersama DPRD Kabupaten Sijunjung.

“Insya Allah, minggu depan kami akan mengadakan audiensi dengan DPRD Kabupaten Sijunjung dan menghadirkan instansi terkait untuk membahas WPR (Wilayah Pertambangan Rakyat) dan IPR (Izin Pertambangan Rakyat). Kita prihatin melihat masyarakat terus menjadi korban karena tambang ilegal ini. Kalau tambangnya sudah legal, masyarakat enak, pengusaha enak, dan tugas abang-abang kita dari kepolisian juga jadi lebih enak,” ujar Aris sambil tersenyum.

Kegiatan diskusi tersebut diakhiri dengan ngopi bersama dan foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan sinergi antara Pemuda Muslimin Indonesia dan Polres Sijunjung.