Hashim Djojohadikusumo Lantik Srikandi Jaga Desa, Perkuat Peran Perempuan Bangun Desa dan Kelurahan
JAKARTA, REDAKSI31.COM – Pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa, Hashim Djojohadikusumo, resmi melantik dan mengukuhkan jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), serta Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Srikandi Jaga Desa dan Kelurahan di Ballroom The Djakarta Theater, Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Srikandi Jaga Desa merupakan organisasi sayap perempuan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) yang dibentuk untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.
Prosesi pelantikan turut dihadiri Ketua Dewan Pengawas ABPEDNAS yang juga Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI, Prof. Dr. Reda Manthovani, S.H., M.H., LL.M., Ketua Umum DPP ABPEDNAS Indra Utama, serta Sekretaris Jenderal DPP ABPEDNAS Adhitya Yusma Perdana.
Dalam kesempatan yang sama, ABPEDNAS juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) untuk membentuk News Room Jaga Desa di setiap kabupaten dan kota di Indonesia sebagai wadah penyebarluasan informasi pembangunan desa.
Pelantikan Srikandi Jaga Desa dan pembentukan News Room Jaga Desa menjadi langkah strategis dalam memperkuat keterlibatan perempuan sebagai mitra pemerintah dalam mewujudkan pembangunan desa yang inklusif, berkelanjutan, serta memperkokoh ketahanan sosial, ekonomi, dan keluarga.
Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Plt. Wakil Jaksa Agung Asep N. Mulyana, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, serta tokoh perempuan Syuastri Wijaya.
Ketahanan Nasional Berawal dari Desa
Dalam pidato kuncinya, Hashim Djojohadikusumo menegaskan bahwa ketahanan nasional harus dibangun dari desa dengan melibatkan perempuan sebagai penggerak utama pembangunan.
Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan keluarga, membentuk karakter generasi muda, sekaligus menggerakkan perekonomian desa melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Ketahanan nasional yang kuat berawal dari ketahanan desa. Di situlah perempuan memiliki peran penting sebagai penjaga moral keluarga sekaligus penggerak ekonomi masyarakat,” ujar Hashim.
Perempuan Berdaya, Desa Semakin Kuat
Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa, Sherly Tjoanda Laos, menilai penguatan keluarga menjadi fondasi utama dalam membangun desa yang tangguh dan mandiri.
Menurutnya, perempuan yang mandiri secara ekonomi akan memberikan kontribusi lebih besar terhadap pembangunan desa.
“Kemandirian ekonomi dan ketahanan mental generasi muda bermula dari kekuatan di dalam keluarga. Perempuan yang berdaya secara ekonomi akan memiliki suara yang lebih kuat dalam menentukan masa depan desanya,” katanya.
Sementara itu, Dewan Pembina ABPEDNAS yang juga Bendahara Umum Srikandi Jaga Desa, Maya Miranda Ambarsari, menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel agar seluruh program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan optimal.
Jadi Mitra Strategis Pemerintah
Sekretaris Jenderal DPP ABPEDNAS, Adhitya Yusma Perdana, menjelaskan bahwa Srikandi Jaga Desa dibentuk sebagai wadah pemberdayaan perempuan, khususnya anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK).
Organisasi tersebut juga terbuka bagi aktivis perempuan, tokoh masyarakat, hingga generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan desa dan kelurahan.
“Srikandi Jaga Desa akan menjadi mitra strategis pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, BPD, serta LPMK dalam mengawal pembangunan desa dan kelurahan yang transparan, partisipatif, dan berkelanjutan,” ujar Adhitya.
Ia menambahkan, program prioritas organisasi meliputi penguatan ketahanan pangan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan UMKM, perlindungan perempuan dan anak, serta penguatan ketahanan sosial masyarakat desa.
Resmi Luncurkan Logo dan KTA
Rangkaian pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan pengangkatan pengurus oleh Sekretaris Jenderal ABPEDNAS, dilanjutkan pengucapan ikrar, penyerahan bendera pataka organisasi, peluncuran logo resmi Srikandi Jaga Desa, hingga penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) secara simbolis.
Selain itu, Ketua Umum DPP ABPEDNAS Indra Utama bersama Ketua Umum SMSI Firdaus menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai bentuk sinergi dalam mendukung publikasi pembangunan desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.
Melalui pelantikan ini, Srikandi Jaga Desa diharapkan menjadi motor penggerak lahirnya perempuan-perempuan tangguh yang mampu memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mengawal pembangunan desa dan kelurahan menuju Indonesia yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan.
