Tri Adhianto Siapkan Transformasi Bantargebang Jadi Pusat Energi Bersih dan Ekonomi Hijau
REDAKSI31.COM – KOTA BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) tidak hanya bertujuan menyelesaikan persoalan sampah, tetapi juga menjadi langkah besar dalam mentransformasi kawasan Bantargebang menjadi pusat ekonomi hijau dan inovasi lingkungan.
Hal tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan ke fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) milik Wangneng Environment di Huzhou, China, Jumat (26/6/2026), bersama unsur DPRD Kota Bekasi dan perwakilan masyarakat Bantargebang.
Menurut Tri, selama puluhan tahun Bantargebang dikenal sebagai lokasi pembuangan sampah terbesar di Indonesia. Namun ke depan, Pemerintah Kota Bekasi ingin mengubah citra tersebut menjadi kawasan yang identik dengan pengelolaan lingkungan modern dan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan.
“Kami ingin mengubah stigma masyarakat terhadap Bantargebang. Tidak lagi hanya dikenal sebagai tempat pembuangan sampah, tetapi menjadi pusat inovasi lingkungan hidup yang mampu mengubah sampah menjadi energi, membuka peluang ekonomi baru, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar,” kata Tri.
Ia menjelaskan, transformasi tersebut tidak hanya bertumpu pada pembangunan PSEL. Pemerintah Kota Bekasi juga tengah menyiapkan pengembangan industri turunan berbasis ekonomi sirkular, termasuk pemanfaatan fly ash dan bottom ash (FABA) yang dihasilkan dari proses pengolahan sampah menjadi energi.
Material FABA tersebut nantinya dapat dimanfaatkan menjadi berbagai produk konstruksi bernilai ekonomi sehingga membuka peluang usaha baru sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
“Kami membayangkan Bantargebang ke depan berkembang menjadi kawasan ekonomi lingkungan. Ada PSEL yang menghasilkan energi listrik, ada industri pengolahan FABA yang menghasilkan produk bernilai ekonomi, ada aktivitas riset dan inovasi lingkungan, sehingga manfaatnya tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Tri optimistis pengembangan kawasan berbasis ekonomi hijau tersebut dapat menjadi model pembangunan berkelanjutan yang mampu mengubah tantangan lingkungan menjadi peluang ekonomi.
Menurutnya, Bantargebang di masa depan harus menjadi simbol keberhasilan pengelolaan sampah modern yang menghasilkan energi bersih, mendorong inovasi teknologi, dan menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi Kota Bekasi.
“Dulu orang mengenal Bantargebang karena gunungan sampahnya. Ke depan, kami ingin Bantargebang dikenal sebagai simbol keberhasilan pengelolaan lingkungan modern, tempat lahirnya energi bersih, inovasi teknologi, dan pusat pertumbuhan ekonomi hijau di Kota Bekasi,” tutup Tri. ADV
