Bekasi

Pemkot Bekasi Percepat Pembangunan Ducting untuk Atasi Kabel Semrawut dan Tingkatkan Estetika Kota

REDAKSI31.COM – KOTA BEKASI . Pemerintah Kota Bekasi mulai merealisasikan pembangunan sistem ducting atau penempatan kabel utilitas di bawah tanah sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan kabel semrawut yang masih ditemukan di berbagai wilayah. Program tersebut diyakini mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman, tertata, dan mendukung konsep kota modern.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan pembangunan jaringan ducting dilakukan secara bertahap dengan tahap awal dimulai dari kawasan Bekasi Timur. Menurutnya, keberadaan kabel yang menggantung di ruang publik tidak hanya mengganggu keindahan kota, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.

“Permasalahan kabel semrawut ini adalah bom waktu,” ujar Tri saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Rabu (24/6/2026).

Meski demikian, Tri mengakui penataan seluruh jaringan utilitas membutuhkan proses yang tidak singkat. Untuk sementara, Pemerintah Kota Bekasi tetap melakukan langkah-langkah jangka pendek berupa pendataan, pemangkasan, serta penertiban kabel yang menggantung rendah di sejumlah titik rawan bersama Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) serta Dinas Perhubungan.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar kabel yang melintang di ruang publik merupakan jaringan telekomunikasi dan kelistrikan milik berbagai penyedia layanan pada ruas jalan yang berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. Oleh karena itu, implementasi sistem ducting secara menyeluruh memerlukan dukungan regulasi serta pendanaan lintas instansi.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemerintah Kota Bekasi telah menjalin kerja sama investasi infrastruktur pasif telekomunikasi antara PT Mitra Patriot (Perseroda) dan PT Infrastruktur Cerdas Nusantara (ICN). Melalui kolaborasi itu, pembangunan ducting direncanakan mencakup 168 ruas jalan dengan total panjang sekitar 290 kilometer dan ditargetkan rampung dalam kurun waktu empat tahun dengan masa kerja sama selama 20 tahun.

Selain meningkatkan aspek keselamatan dan mempercantik wajah kota, Tri meyakini sistem ducting akan memberikan manfaat bagi kualitas layanan telekomunikasi. Menurutnya, jaringan internet akan menjadi lebih stabil dan cepat sehingga mampu memenuhi kebutuhan digital masyarakat yang terus berkembang.

Di sisi lain, keluhan terkait kabel utilitas yang menjuntai masih disampaikan sejumlah warga. Salah satunya datang dari Sri (35), warga Jalan Bintara Jaya, Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, yang berharap pemerintah segera melakukan penataan karena kondisi tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan dan membuat lingkungan terlihat kumuh.

Sri mengaku khawatir kabel yang menggantung rendah dapat memicu kecelakaan apabila tidak segera ditangani dan berharap penanganan dilakukan sebelum menimbulkan korban.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Pemanfaatan Ruang Jalan dan Taman DBMSDA Kota Bekasi, Ronald Achyar, menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan para pemilik utilitas melalui penyampaian surat agar segera melakukan perawatan maupun penegangan ulang terhadap kabel-kabel yang kendur.

Apabila imbauan tersebut tidak dipenuhi, Pemerintah Kota Bekasi akan mempertimbangkan langkah penertiban sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, koordinasi dengan organisasi perangkat daerah terkait juga akan dilakukan untuk menambah rambu lalu lintas guna mencegah kendaraan bertonase besar melintas di ruas jalan yang tidak sesuai peruntukannya.

(ADV)